Film Barbie dari Sony Diundur Ke 2020

Film Barbie dari Sony Diundur Ke 2020

Sony Pictures kembali bermain-main dengan tanggal rilis dari film yang berdasarkan pada boneka Barbie ikonik dari Mattel. Aslinya direncanakan untuk rilis pada Juni 2018, versi gambar hidup (live-action) dari Barbie mengalami kemunduran besar Maret lalu saat bintang Amy Schumer secara mendadak mundur dari proyek ini akibat “permasalahan jadwal”, hanya dua bulan sebelum filmnya ditetapkan untuk masuk fase produksi. Pada akhirnya film tersebut memperoleh harapan pada Juli, ketika bintang pemenang Oscar Anne Hathaway menyetujui negosiasi untuk mengambil alih perannya, sebuah langkah yang Schumer dukung sepenuh hati.

Barbie ditetapkan untuk menjadi film yang diangkat dari waralaba mainan terbaru di Hollywood, mengikuti merek-merek semacam G.I. Joe dari Hasbro serta Transformers ke layar perak. Seperti film-film Hasbro, mainan dari Mattel ini direncanakan untuk menjadi sebuah petualangan gambar hidup, mengenai sebuah boneka yang diusir dari “Barbieland” yang sangat indah karena ia tidak sempurna. Sekarang, sepertinya rancangan-rancangan yang tidak sempurna menjadikan filmnya terpaksa diundur dari tanggal rilis aslinya pada 8 Agustus 2018.

Menurut Deadline, Sony akan merilis Barbie pada 8 Mei 2020. Dengan Hathaway masih terikat untuk berperan sebagai Barbie, enam penulis – Lindsey Beer, Jenny Bicks, Kim Caramele, Diablo Cody, Bert V. Royal dan Hilary Winston – telah terlibat dalam proses skenarionya. Pada saat ini, sutradara TV Alethea Jones (American Woman dari TV Land) masih terikat untuk menyutradarai filmnya.

 

Barbie Banner Sony’s Barbie Movie Pushed Back to 2020

 

Sementara Deadline melaporkan bahwa “the script is still be worked on and that those behind the pic want to get this popular Mattel toy franchise right,” (“skenario masih dikerjakan dan bahwa mereka yang berada di balik layar ingin untuk mengerjakan (film) waralaba mainan Mattel populer ini dengan benar,”) sebuah penundaan besar untuk tanggal rilis film – yang hampir mencapai dua tahun – biasanya tidak mengindikasikan hal baik untuk sebuah produksi. Walaupun demikian, pada kasus ini, penundaan ini juga bisa didesain untuk memberikan Mattel sedikit ruang untuk bernapas agar bisa mengembangkan, mengerjakan, dan mendistribusikan secara baik produk-produk yang bersangkutan dengan Barbie – umumnya boneka – mengingat bahwa uang dalam jumlah besar yang akan dipertaruhkan untuk perusahaan mainan yang patut disegani ini jika filmnya sampai tidak mencapai harapan.

Jika Sony dan Mattel harus mencemaskan hal-hal yang bersangkutan dengan penundaan rilis filmnya, hal itu sepantasnya adalah jika Hathaway mundur dari proyek tersebut. Dengan kariernya yang berakar pada film-film keluarga seperti The Princess Diaries dan Ella Enchanted, dan kemudian dengan Alice in Wonderland dan Alice Through the Looking Glass, ia memiliki kekuatan bintang dan citra penuh yang dibutuhkan filmnya agar Barbie bisa menjadi sukses. Isu citra, faktanya, mungkin menjadi alasan mengapa filmnya masuk jeda kreatif dari awal, karena latar belakang Schumer di komedi cabul sepertinya kurang cocok untuk proyek yang ditujukan untuk rating PG, bahkan jika filmnya adalah tentang sebuah Barbie yang tidak sempurna.

Sumber: Deadline